Sabtu, 15 Desember 2012

11 Penyakit Akibat Kelamaan Nonton TV


KOMPAS.com - Sebagian besar masyarakat menghabiskan waktunya dengan menonton televisi di rumah apabila tidak ada kesibukan. Ada yang beranggapan, menghabiskan waktu dengan menonton televisi membuat hidup menjadi lebih berkualitas.

Banyak informasi dan pengetahuan yang dapat diperoleh dari menonton televisi. Tetapi pada kenyataannya, terlalu lama menonton layar kaca justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental Anda.

Berikut ini adalah sejumlah penyakit yang mungkin bisa menimpa Anda jika terlalu lama menghabiskan waktu di depan televisi :

1. Risiko sakit jantung

Berdasarkan analisis data yang dikumpulkan selama enam tahun dengan melibatkan 8.800 laki-laki dan perempuan di Australia (usia 25 yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung), peneliti menemukan bahwa setiap satu jam menonton TV dapat meningkat risiko kematian akibat serangan jantung sebesar 18 % dan risiko kematian akibat kanker sebesar 9 %. Ini berarti bahwa orang yang menonton TV lebih dari empat jam memiliki 80 % peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler selama periode waktu 6 tahun dibandingkan orang yang menonton kurang dari 2 jam setiap harinya.

2. Gangguan tidur

Terlalu sering menonton TV dapat mengurangi kadar hormon melatonin di otak yang dapat mempengaruhi ritme alami tubuh sehingga membuat Anda terjaga lebih lama, tidur tidak teratur dan lelah. Berkurangnya level melatonin juga kerap dikaitkan dengan pubertas dini pada anak perempuan.

3. Diabetes

Sebuah studi pada perempuan yang diterbitkan Journal of American Medical Association tahun 2003 menunjukkan, risiko diabetes meningkat sebesar 14 % pada mereka yang menonton TV selama 2 dalam sehari. Penelitian lain juga menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 40 jam seminggu, 3 kali lebih berisiko menderita diabetes tipe 2 daripada pria yang menonton TV kurang dari 1 jam setiap minggunya.

4. Obesitas

Menonton televisi terlampau sering membuat otot Anda tidak bergerak. Jika otot-otot Anda tidak aktif dalam jangka waktu yang sangat lama, dapat mengganggu metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

5. Attention Deficit Disorder (ADD)

ADD adalah gangguan pemusatan perhatian/konsentrasi dan sifat impulsif yang tidak sesuai pada umur anak, bahkan beberapa anak dapat menunjukkan sifat hiperaktif. Penelitian di University of Washington Child Health Institute menemukan bahwa pada anak usia 3 (tiga) tahun yang menonton TV dua jam per hari, 20% berisiko memiliki masalah gangguan perhatian pada usia 7 tahun dibandingkan anak-anak tidak menonton televisi.

6. Peningkatan risiko asma

Di Inggris, sebuah penelitian mempelajari kebiasaan menonton TV lebih dari 3.000 anak-anak mulai usia bayi sampai 11 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa anak-anak yang menghabiskan 2 jam atau lebih menonton televisi per hari, dua kali lebih berisiko menderita asma.

7. Mindless eating

Banyak orang tidak sadar, bahwa ketika menonton televisi Anda memiliki kesempatan lebih banyak makan dibandingkan saat melakukan kegiatan lain.

8. Memberi efek negatif pada mental

Menonton TV untuk jangka waktu lama memiliki efek negatif pada perkembangan intelektual anak. American Academy of Pediatrics melarang anak-anak dibawah 2 tahun untuk menonton TV dan merekomendasikan pada anak usia diatas 2 tahun untuk tidak menonton TV lebih dari dua jam sehari.

9. Sakit mata

Menonton televisi terlalu banyak buruk bagi mata Anda, terutama ketika menonton televisi di ruangan gelap. Memfokuskan mata Anda terlalu lama pada salah satu objek dapat membuat mata Anda tegang.

10. Perilaku agresif

Anak-anak kecil lebih mungkin untuk menunjukkan perilaku agresif setelah melihat acara TV atau film kekerasan. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 3.000 anak usia 3 tahun menemukan bahwa anak-anak yang terlalu sering menonton TV, secara langsung atau pun tidak, akan berisiko untuk memamerkan perilaku agresif.

11. Kurang sosialisasi

Terlalu sering menonton televisi dapat mengurangi interaksi sosial Anda dengan teman dan keluarga. Hal ini dapat menyebabkan berbagai fobia sosial.

Selasa, 04 Desember 2012

Terlalu banyak duduk tak baik untuk Kesehatan




KOMPAS.com — Duduk dalam jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, dan kematian seperti terungkap dalam sebuah kajian ilmiah.

Para ilmuwan di Universitas Leicester dan Universitas Loughborough, Inggris, mengatakan risiko tetap tinggi biarpun orang mengimbangi dengan olahraga.

Laporan itu, yang diterbitkan di jurnal kesehatan Diabetologia, menganalisis 18 penelitian yang melibatkan hampir 800.000 orang.

Menurut kajian yang dilakukan, peluang untuk perilaku sedentary atau duduk tanpa melakukan kegiatan fisik—seperti menonton TV, duduk di dalam mobil, atau menggunakan komputer—merupakan hal yang sulit untuk dihindari pada masa ini.

Memang banyak orang yang kemudian berolahraga di pusat-pusat kebugaran jasmani untuk mengimbanginya.

Tim peneliti yang dipimpim Dr Emma Wilmot dari Universitas Leicester mengatakan olahraga di pusat kebugaran dan kolam renang setelah bekerja memang lebih baik daripada duduk kembali di sofa. Bagaimanapun, tambahnya, tetap saja duduk dalam waktu panjang berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Tidak ada batasan tegas

Lembaga pegiat penyakit kencing manis, Diabetes UK, menegaskan setiap orang yang duduk dalam waktu lama jelas akan mendapat keuntungan jika lebih banyak bergerak.

Bagaimanapun para peneliti tidak bisa secara pasti memberikan batas waktu yang tegas tentang berapa lama perilaku duduk yang berdampak buruk buat manusia.

Penelitian yang dikaji menggunakan berbagai ukuran, antara lain mulai duduk sekitar 14 jam seminggu karena menonton TV, duduk kurang dari tiga jam sehari, ataupun duduk lebih dari delapan jam sehari.

Yang jelas, mereka yang duduk lebih lama memikiki risiko lebih tinggi untuk kencing manis, penyakit jantung, dan kematian dibandingkan dengan mereka yang duduk lebih sedikit.

Seorang peneliti dari Universitas Loughborough, Profesor Stuart Biddle, mengatakan, walau banyak kegiatan di zaman modern yang tampaknya dilakukan dalam posisi duduk, jelas bisa dikurangi.

"Kita bisa rapat sambil berdiri, berjalan ketika istirahat makan siang, atau mengurangi nonton TV pada malam hari untuk mengurangi durasi duduk," tuturnya.

Bagaimanapun dia mengatakan, pergi ke tempat kebugaran tetap lebih baik dibandingkan dengan langsung duduk menonton TV selepas kantor.

Kita bisa rapat sambil berdiri, berjalan ketika istirahat makan siang, atau mengurangi nonton TV pada malam hari untuk mengurangi durasi duduk
-- Profesor Stuard Biddle


Jumat, 23 November 2012

Tips Sehat Untuk Penderita Alergi Debu



Photo: TIPS SEHAT UNTUK PENDERITA ALERGI DEBU

BAGI mereka yang mengalami alergi debu, pemilihan lokasi untuk berlibur atau sekedar bersantai bisa menjadi hal yang utama. Lantas, bagaimana langkah yang tepat agar si alergi debu tidak terganggu dengan bersin yang terus menerus? Berikut adalah caranya.

1. Ada baiknya untuk menutup ventilasi AC dengan kain. Bersihkan filter secara berkala.
2. Cuci sprei dan sarung bantal setiap seminggu sekali. Hal ini dimaksudkan agar debu yang menempel selama berhari-hari tidak menimbulkan alergi kembali muncul.
3. Ketika berada di dalam rumah, pastikan jendela yang menghadap langsung ke jalan dalam keadaan tertutup. Jika Anda menggunakan AC, pilihlah AC yang bersifat sebagai sirkulasi udara.
4. Tetaplah berada di dalam rumah jika cuaca tengah panas, kering, dan berangin, pasalnya, saat-saat tersebut merupakan waktu dimana tingkat debu di udara tengah tinggi.
5. Hindari untuk menjemur pakaian di luar ruangan. Anda bisa menjemur pakaian di dalam ruangan dengan asbes tembus pandang.
6. Setelah beraktivitas di luar ruangan, segera mandi dan cuci rambut untuk menghilangkan debu yang menempel. Setelahnya ganti pakaian dengan yang bersih. (berbagai sumber/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com 
BAGI mereka yang mengalami alergi debu, pemilihan lokasi untuk berlibur atau sekedar bersantai bisa menjadi hal yang utama. Lantas, bagaimana langkah yang tepat agar si alergi debu tidak terganggu dengan
bersin yang terus menerus? Berikut adalah caranya.

1. Ada baiknya untuk menutup ventilasi AC dengan kain. Bersihkan filter secara berkala.
2. Cuci sprei dan sarung bantal setiap seminggu sekali. Hal ini dimaksudkan agar debu yang menempel selama berhari-hari tidak menimbulkan alergi kembali muncul.
3. Ketika berada di dalam rumah, pastikan jendela yang menghadap langsung ke jalan dalam keadaan tertutup. Jika Anda menggunakan AC, pilihlah AC yang bersifat sebagai sirkulasi udara.
4. Tetaplah berada di dalam rumah jika cuaca tengah panas, kering, dan berangin, pasalnya, saat-saat tersebut merupakan waktu dimana tingkat debu di udara tengah tinggi.
5. Hindari untuk menjemur pakaian di luar ruangan. Anda bisa menjemur pakaian di dalam ruangan dengan asbes tembus pandang.
6. Setelah beraktivitas di luar ruangan, segera mandi dan cuci rambut untuk menghilangkan debu yang menempel. Setelahnya ganti pakaian dengan yang bersih. (berbagai sumber/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com

Ancaman Penyakit Bagi Pekerja Kantoran



ANCAMAN serius bagi Anda pekerja kantoran. Para ilmuwan di Universitas Leicester dan Universitas Loughborough, Inggris, mengatakan risiko duduk dalam waktu yang lama setiap harinya tidak berkurang meskipun diimbangi dengan olahraga.

Hasil studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Diabetologia, menganalisa bahwa mereka yang duduk lebih lama memikiki risiko lebih tinggi untuk kencing manis, penyakit jantung dan kematian dibanding mereka yang duduk lebih sedikit. Hasil studi ini didapat dari 18 penelitian yang melibatkan hampir 800.000 orang.

Dalam penelitian tersebut, peneliti melihat kaitan mulai dari duduk sekitar 14 jam seminggu karena menonton TV, duduk kurang dari tiga jam sehari, maupun duduk lebih dari delapan jam sehari.

Dari hasil terlihat bahwa duduk tanpa melakukan aktivitas fisik, seperti hanya menonton TV, duduk di dalam mobil, atau duduk dengan menggunakan perangkat komputer, merupakan salah satu penyebab.

Dr Emma Wilmot, tim peneliti, dari Universitas Leicester tersebut, mengatakan bahwa olahraga di pusat kebugaran dan kolam renang setelah bekerja memang lebih baik dari pada duduk kembali di sofa. “Bagaimanapun, tetap saja duduk dalam waktu panjang berdampak buruk bagi kesehatan manusia.â€

Senada dengan hasil penelitian tersebut, salah satu studi yang dilakukan oleh lembaga diabetes di UK, mengemukakan bahwa orang yang duduk dalam waktu yang lama jelas akan mendapatkan keuntungan jika lebih banyak bergerak.

Sebagai tips, jika Anda bekerja di depan komputer selama lebih dari 7 jam. Sebaiknya seringlah untuk bergerak. Seperti melakukan peregangan di sela-sela jam kerja, berjalan di taman kantor saat jam istirahat, dan juga pastikan untuk mencukupi asupan air putih saat bekerja. Imbangi juga dengan aktivitas fisik seperti olahraga paling tidak 30 menit sehari. (Zeenews, Healthmeup/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com

Minggu, 11 November 2012

Jajaran Buah Peningkat Energi


USAI beraktivitas fisik dan lelah, tubuh butuh makanan yang mampu meningkatkan energi secara cepat. Buah menjadi salah satu rekomendasi yang pas dalam hal ini. Berikut adalah pilihannya.

Pisang. Buah satu ini tak kalah dengan minuman berenergi yang harganya mahal. Seperti yang dikutip dari Shine, mengkonsumsi pisang setelah olahraga memiliki efek yang jauh lebih baik dibanding menenggak minuman berenergi. Pisang mengandung serat, potasium, dan juga vitamin B6 yang mampu mengembalikan energi setelah beraktivitas. Selain itu, pisang juga mengandung gula yang sedikit, sehingga bisa dijadikan rekomendasi terbaik bagi mereka yang tengah diet.

Jeruk. Mengonsumsi jeruk bisa menjadi sumber energi. Pasalnya jeruk memiliki kandungan vitamin C, fosfor, mineral dan serat untuk meningkatkan fungsi organ tubuh setelah beraktivitas berat.

Semangka. Bukan hanya memiliki warna yang menyegarkan. Semangka mengandung vitamin C yang bisa menjadi penambah semangat untuk menjalani kegiatan di hari yang terik sekalipun. Kandungan air dalam semangka juga menjadi alternatif tubuh dalam memasok air yang bisa mencegah dehidrasi.

Apel. Merupakan salah satu buah yang memiliki sumber energi yang bersifat perlahan untuk dilepaskan. Apel mengandung vitamin B, vitamin C, dan juga potasium yang bisa membuat Anda kembali berenergi.

Pepaya. Bukan hanya menjadi buah yang berenergi. Pepaya juga merupakan sumber alami yang mampu meningkatkan sistem kekebalan dan bersifat antiinflamasi.

Avokad. Mengandung lemak baik yang diteliti mampu mengendalikan dan meningkatkan energi tubuh.

Mangga. Bisa menjadi pilihan camilan di hari yang panas. Mangga diperkaya akan vitamin B, C, kalsium, potasium, zinc, folat, dan juga protein. (Healthmeup, Shine/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com

Senin, 05 November 2012

Resep Beras Kencur Untuk Segudang Manfaat


MINUMAN hangat merupakan padanan yang pas saat tubuh terasa lelah di udara dingin. Salah satunya yakni minuman tradisional seperti beras kencur yang berkhasiat menghilangkan rasa lelah, pegal-pegal pada persendian dan otot, dan mencegah masuk angin.

Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae yang memiliki daging buah lunak dan tidak berserat. Rimpang Kencur mengandung pati (4,14 %), mineral (13,73 %), dan minyak atsiri (0,02 %) berupa sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam cinnamic, ethyl aster, asam sinamic, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisic, alkaloid dan gom.

Di kalangan masyarakat Indonesia, dipadu dengan beras, kencur diolah menjadi minuman penyegar bernama beras kencur. Minuman ini juga digolongkan sebagai jamu karena diklaim memiliki khasiat meningkatkan nafsu makan dan menghilangkan pegal linu.

Tidak perlu mengonsumsi bentuk bubuk yang telah diolah beberapa produsen jamu, Anda juga bisa membuat ramuan yang satu ini sendiri . Berikut adalah langkahnya :

Bahan yang disediakan:
beras 10 gr, kencur segar 15 gr, jahe segar 4 gr, asam jawa 5 gr, kayu manis 0,1 gr, garam secukupnya, air 100 ml.

Cara pembuatan:
Sangrai beras selama 5-10 menit di api yang kecil. Kemudian tumbuk beras hingga halus. Potong kecil-kecil bahan lainnya dan rebus dalam air yang telah disediakan selama 10-15 menit.

Setelah air rebusan siap, tambahkan beras yang telah ditumbuk. Kemudian saring airnya, dan siap untuk dikonsumsi pagi dan sore.
Sumber: mediaindonesia.com

Pilihan Makanan Tepat Usai Olah Raga

Photo: PILIHAN MAKANAN TEPAT USAI OLAH RAGA

SAAT olahraga pastinya akan membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Dan rasa lapar akan semakin meningkat. Bagi Anda yang bingung memilih makanan yang tepat setelah berolahraga, Jivesh Shetty, seora
ng ahli kebugaran di BCUBE (Advanced sports nutrition), memberikan beberapa tips tepat untuk beberapa resep sederhana paska berolahraga. Seperti yang dikutip dari Healthmeup, berikut ini:

1. Anda bisa mencampurkan yoghurt probiotik rendah lemak dengan stroberi segar. Stroberi diperkaya dengan antioksidan yang melawan penuaan akibat olahraga di bawa terik matahari. Sedangkan yoghurt akan menyuplai protein dan asam amino yang disebutkan mampu memperbaiki otot setelah berolahraga. Selain itu, karbohidrat dalam yoghurt juga akan menggantikan energi simpanan di otot yang hilang setelah berolahraga.

2. Anda bisa membuat resep susu yang ditambahkan dengan madu dan kayu manis. Diketahui, susu akan memberikan manfaat bagi kesehatan tulang yang aktif saat berolahraga, campuran dengan madu akan memberikan energi tambahan karena rasa manis alaminya.

3. Resep lainnya adalah setangkup roti gandum dengan olesan selai kacang. Selai kacang nampaknya memang sangat berjodoh dengan roti gandum. Roti gandum akan menyuplai energi dan serat, sedangkan kacang memberikan manfaat karena diperkaya dengan protein.

4. Pilihan lainnya jatuh pada kue kenari. Kue ini merupakan campuran sehat dari kandungan karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Kue kenari akan membantu mengisi kembali energi yang hilang saat latihan dengan lebih cepat.
Neh, demikianlah beberapa resep yang cocok Anda nikmati selepas olahraga. Persiapkan makanan tersebut beberapa waktu sebelum berolahraga. Agar badan bugar dan energi-pun kembali secara cepat. (Healthmeup, Health/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com

SAAT olahraga pastinya akan membuat tubuh mengeluarkan banyak keringat. Dan rasa lapar akan semakin meningkat. Bagi Anda yang bingung memilih makanan yang tepat setelah berolahraga, Jivesh Shetty, seorang ahli kebugaran di BCUBE (Advanced sports nutrition), memberikan beberapa tips tepat untuk beberapa resep sederhana paska berolahraga. Seperti yang dikutip dari Healthmeup, berikut ini:

1. Anda bisa mencampurkan yoghurt probiotik rendah lemak dengan stroberi segar. Stroberi diperkaya dengan antioksidan yang melawan penuaan akibat olahraga di bawa terik matahari. Sedangkan yoghurt akan menyuplai protein dan asam amino yang disebutkan mampu memperbaiki otot setelah berolahraga. Selain itu, karbohidrat dalam yoghurt juga akan menggantikan energi simpanan di otot yang hilang setelah berolahraga.

2. Anda bisa membuat resep susu yang ditambahkan dengan madu dan kayu manis. Diketahui, susu akan memberikan manfaat bagi kesehatan tulang yang aktif saat berolahraga, campuran dengan madu akan memberikan energi tambahan karena rasa manis alaminya.

3. Resep lainnya adalah setangkup roti gandum dengan olesan selai kacang. Selai kacang nampaknya memang sangat berjodoh dengan roti gandum. Roti gandum akan menyuplai energi dan serat, sedangkan kacang memberikan manfaat karena diperkaya dengan protein.

4. Pilihan lainnya jatuh pada kue kenari. Kue ini merupakan campuran sehat dari kandungan karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Kue kenari akan membantu mengisi kembali energi yang hilang saat latihan dengan lebih cepat.
Neh, demikianlah beberapa resep yang cocok Anda nikmati selepas olahraga. Persiapkan makanan tersebut beberapa waktu sebelum berolahraga. Agar badan bugar dan energi-pun kembali secara cepat. (Healthmeup, Health/*/OL-06)
Sumber: mediaindonesia.com